Di sini ku terpaku menggengam hati yang berdarah..
jiwa Meraung menyisi air mata menahan kesakitan yang bagai Di hiris belati kepalsuan cinta asmara mu..
tak terlintas di buah kawarasan, sekilas kasih yang dulu kau bisik kan, menenggelamkan daku ke dasar kemusnahan..
kau kejam..
cinta yang ku ibaratkan dian penyinar alam maya ku, membakar daku menjadu debu yang tak punya arah dan tujuan
terumbang ambing di tiup penyesalan tanpa pengertian ke sudut kelam, tanpa sinar harapan...
ketergamakan mu membuat ku menanti sinar, yang seakan sirna di pertengahan..
jiwa Meraung menyisi air mata menahan kesakitan yang bagai Di hiris belati kepalsuan cinta asmara mu..
tak terlintas di buah kawarasan, sekilas kasih yang dulu kau bisik kan, menenggelamkan daku ke dasar kemusnahan..
kau kejam..
cinta yang ku ibaratkan dian penyinar alam maya ku, membakar daku menjadu debu yang tak punya arah dan tujuan
terumbang ambing di tiup penyesalan tanpa pengertian ke sudut kelam, tanpa sinar harapan...
ketergamakan mu membuat ku menanti sinar, yang seakan sirna di pertengahan..
No comments:
Post a Comment