Andai takdir, tidak menemukan kita..
apa lah nanti yg ternokta di hati..
andai aku merindui mu..
apa harus aku mengatakanya..
tapi pada siapa.?
ehmm..
pada tuhan..?
kerna tiada siapa yg mengerti aku selain nya..
kamu saja tidak mencintai ku,
sekuat cintanya..
apa harus aku mengeluh..?
Tidak.. Tidak.. dan itu Tidak mungkin bisa..
kerna aku malu padanya..
itu semua takdirnya bukan..?
ehmm...
apa harus ku melakar rindu, pada pokok yg mungkin di tebang akhirnya mencium bumi..
bodoh..! itu seakan bodoh.!
ehmm...
apa harus ku mencoret nama mu, di persisiran pantai..
yang pasti dan pasti di hempas ombak..
tidak tergamak kesanggupan ku..
atau melontar, botol ke lautan..
yang berkandung, nota cinta buatmu..
ahhrgg.!
Karut, seakan mencarut..
atau ku tautkan kan saja pada bayu yg mungkin bisa menjadi ribut..
tertawa hati memikirkanya..
tapi mungkin aku harus mendoakanmu..
Kerna itu seharusnya..
agar kau bisa mendoakanku bila saja kau merinduiku..
No comments:
Post a Comment